<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Maskodeyu's Diary &#187; Konspirasi</title>
	<atom:link href="http://akhmadkh.wordpress.com/category/konspirasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://akhmadkh.wordpress.com</link>
	<description>Illuminate life with beautiful &#38; useful things....</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Dec 2008 03:54:30 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='akhmadkh.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/22d34b851c764ee951c95392cb82aff3?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Maskodeyu's Diary &#187; Konspirasi</title>
		<link>http://akhmadkh.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Emas dan Konspirasi Uang Kartal (Tamat)</title>
		<link>http://akhmadkh.wordpress.com/2008/11/15/emas-dan-konspirasi-uang-kartal-tamat/</link>
		<comments>http://akhmadkh.wordpress.com/2008/11/15/emas-dan-konspirasi-uang-kartal-tamat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Nov 2008 13:02:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhmadkh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[emas]]></category>
		<category><![CDATA[kartal]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadkh.wordpress.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Orang-orang menghormati Fabian dan           kata-katanya. Dia adalah pakar, orang yang tidak setuju dengannya pastilah           orang bodoh. Lihatlah betapa negara ini bertambah maju, produksi kita juga       terus bertumbuh, kehidupan kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhmadkh.wordpress.com&blog=3338314&post=110&subd=akhmadkh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:black;">Orang-orang menghormati Fabian dan           kata-katanya. Dia adalah pakar, orang yang tidak setuju dengannya pastilah           orang bodoh. Lihatlah betapa negara ini bertambah maju, produksi kita juga       terus bertumbuh, kehidupan kita sudah jauh lebih baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"><br />
</span><span style="color:black;">Untuk menutup bunga dari uang yang mereka           pinjam, para pedagang dan pengusaha meninggikan harga dagangan mereka. Karyawan           senantiasa memprotes mereka dibayar terlalu rendah dan pemilik perusahaan           senantiasa menolak membayar lebih. Petani tidak bisa mendapatkan harga jual           yang adil dari produk pertanian mereka. </span><span style="color:black;" lang="PT-BR">Para Ibu rumah tangga terus merasa       tidak puas karena harga barang di pasar dinilai terlalu tinggi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:13.5pt;color:black;" lang="PT-BR"><br />
</span><span style="font-size:13.5pt;color:black;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image030.gif" alt="" width="258" height="230" /><!--[endif]--></span> <span id="more-110"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="PT-BR">Pada suatu ketika, orang-orang         akhirnya mulai berdemonstrasi, hal yang belum pernah terjadi sebelumnya. </span><span style="color:black;">Sebagian orang tidak sanggup melunasi hutang mereka dan           menjadi miskin. Teman dan saudara mereka pun tidak sanggup untuk menolong.           Mereka lupa kekayaan yang sebenarnya           masih berlimpah di sekeliling mereka : tanah yang subur, hutan yang kaya, mineral yang berlimpah dan juga ternak-ternak           yang sehat. Yang mereka pikirkan sepanjang hari adalah uang yang rasanya selalu           kurang. Mereka tidak pernah bertanya tentang sistem. Mereka percaya       pemerintahlah yang sedang menjalankan sistem ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Sebagian         kecil orang di masyarakat yang kelebihan uang mulai membentuk perusahaan mereka         sendiri untuk meminjamkan uang mereka. Mereka menagih bunga 6% atas uang         mereka, lebih baik dari 3% yang ditawarkan oleh Fabian. Namun orang-orang ini         meminjamkan uang mereka sendiri, tidak seperti Fabian yang bisa meminjamkan       uang / menciptakan kredit tanpa modal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"><br />
</span><span style="color:black;">Perusahaan-perusahaan pembiayaan ini tetap           membuat khawatir Fabian dan kawan-kawannya, jadi mereka pun membentuk           perusahaan pembiayaan mereka sendiri. Dalam kebanyakan kasus, mereka membeli           perusahaan-perusahaan pembiayaan saingan mereka tersebut. Pada akhirnya, semua       perusahaan pembiayaan dimiliki ataupun dalam kendali mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"><br />
</span><span style="color:black;">Situasi ekonomi terus memburuk. Para pegawai mulai yakin bos mereka mendapatkan terlalu           banyak keuntungan. Pemilik perusahaan pun menilai pegawainya terlalu malas dan           tidak cukup bekerja keras. Semua orang mulai menyalahkan orang lain. Pemerintah           bingung bagaimana menyelesaikan masalah ini. Masalah paling mendesak tentunya       adalah bagaimana menolong orang yang paling miskin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"><br />
</span><span style="color:black;">Pemerintah pun memulai sebuah program sosial           dan memaksa anggota masyarakat untuk membayar sistem ini. Hal ini membuat marah           sebagian orang, mereka percaya kepada gagasan lama bahwa membantu orang       seharusnya adalah usaha suka rela, bukan paksaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image032.gif" alt="" width="205" height="230" /><!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">�Peraturan         ini adalah perampokan yang dilegalkan. Mengambil sesuatu dari seseorang, dengan         menentang keinginan dari orang yang bersangkutan, apapun tujuannya, tidaklah       berbeda dengan mencuri darinya.�</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Namun         orang-orang tak berdaya karena bila tidak membayar mereka akan dimasukkan ke         dalam penjara. Program sosial ini selama beberapa waktu memang membantu         keadaan, tetapi tak lama kemudian masalah kemiskinan muncul kembali dan uang         yang diperlukan untuk menjalankan sistem ini pun terus bertambah. Ongkos sosial       terus meningkat, demikian juga dengan skala pemerintahan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Kebanyakan         wakil rakyat adalah orang-orang yang tulus melakukan pekerjaan mereka dengan         benar. Mereka pun tidak menyukai gagasan terus-menerus meminta uang dari         masyarakat. Akhirnya, mereka mencari pinjaman dari Fabian dan kawan-kawannya.         Mereka bahkan tidak mengetahui bagaimana mereka bisa membayar. Orang tua mulai         tidak sanggup membayar biaya sekolah anak-anaknya. Sebagian orang tidak sanggup         membayar biaya dokter dan obat-obatan. Operator transportasi pun mulai gulung       tikar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Satu         demi satu usaha diambil alih pemerintah. Guru, dokter, dan banyak pekerjaan       lainnya mulai menjadi tanggung jawab pemerintah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"><br />
</span><span style="color:black;">Tidak banyak orang yang mendapatkan kepuasan           di pekerjaannya. Mereka dibayar gaji yang wajar, tetapi kehilangan jati diri.       Mereka menjadi budak dari sebuah sistem.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Tidak         banyak ruang untuk inisiatif, sedikit penghargaan atas usaha pribadi,         pendapatan mereka relatif tetap dan naik pangkat terjadi hanya kalau atasan       mereka pensiun ataupun mati.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"></p>
<p><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image034.gif" alt="" width="288" height="260" /><!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Di         tengah keputusasaan, pemerintah akhirnya meminta nasehat dari Fabian. Mereka         menganggapnya sebagai orang bijak dan selalu memiliki solusi atas permasalahan         uang. Fabian mendengar keluhan dari pemerintah dan akhirnya menjawab, �Banyak         orang yang tidak bisa menyelesaikan persoalan mereka, mereka membutuhkan orang         lain untuk melakukannya. Tentu Anda setuju bahwa semua orang berhak atas         kebahagiaan dan berhak atas semua kebutuhan pokok mereka bukan? Satu-satunya         cara untuk menyeimbangkan situasi adalah mengambil dari yang kaya dan memberikan kepada yang miskin. Kenalkan         sebuah sistem baru yaitu pajak. Semakin banyak kekayaan         seseorang, semakin banyak dia harus membayar pajak. Sekolah dan rumah sakit       seharusnya gratis bagi mereka yang tidak sanggup membayar��</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Selesai         memberikan nasehat, Fabian pun tidak lupa mengingatkan pemerintah, �Hm, jangan         lupa Anda masih berhutang kepada saya. Tetapi baiklah, saya akan membantu Anda.         Sekarang Anda hanya perlu membayar bunga kepada saya, Anda bisa menunda       pembayaran hutang pokok kepada saya.�</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Pemerintah         mempercayai Fabian, dan mereka pun segera memperkenalkan pajak penghasilan,         semakin banyak yang Anda dapatkan, semakin tinggi pajak yang Anda bayarkan. Tak         seorang pun anggota masyarakat yang setuju. Namun, sama seperti sebelumnya,       mereka harus membayar atau masuk penjara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Pedagang         lagi-lagi harus menaikkan harga jual barangnya. Para         pegawai kembali menuntut kenaikan gaji, bisnis-bisnis mulai gulung tikar,         ataupun mulai mengganti tenaga manusia dengan mesin. Siklus ini berulang-ulang       dan memaksa pemerintah memperkenalkan berbagai skema-skema sosial lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image035.gif" alt="" width="252" height="224" /><!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image036.gif" alt="" width="261" height="292" /><!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Pengaturan         tarif dan perlindungan mulai diterapkan untuk menyelamatkan industri-industri         tertentu dari kebangkrutan dan menyediakan lapangan kerja. Sebagian orang mulai         bertanya-tanya apakah tujuan dari kegiatan produksi ekonomi adalah untuk       memproduksi barang atau hanya untuk menyediakan lapangan kerja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Seiring         memburuknya keadaan, orang-orang mulai mengendalikan upah pegawai, kontrol         biaya, dan segala macam kontrol-kontrol lainnya. Pemerintah pun berupaya         mendapatkan lebih banyak uang lewat pajak penjualan, pajak penghasilan, dan         pajak-pajak yang lain. Sebagian orang mulai memperhatikan bahwa sejak petani menaman         padi sampai beras sampai ke tangan Ibu rumah tangga, ada lebih dari 50 jenis       pajak yang sudah dibayarkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">�Pakar�         mulai muncul dan sebagian mulai terpilih untuk bekerja di pemerintahan, namun         tahun demi tahun berlalu dan mereka tidak berhasil menyelesaikan permasalahan         apapun, kecuali bahwa pajak perlu �disesuaikan� yang mana dalam kebanyakan       kasus artinya harus dinaikkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Fabian         mulai menuntut pembayaran atas bunga pinjamannya, dan semakin lama semakin       banyak porsi pajak yang digunakan untuk membayar kepadanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Kemudian         mulai muncul apa yang disebut dengan partai politik, orang-orang di masyarakat         mulai berargumentasi partai mana yang orang-orangnya bisa menyelesaikan         permasalahan mereka. Mereka mulai bertengkar mengenai personalitas, idealisme,         lambang partai dan berbagai hal lainnya kecuali asal muasal permasalahan       mereka. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image038.gif" alt="" width="312" height="180" /><!--[endif]--><br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Di kota tertentu, bunga         pinjaman yang harus dibayar sudah melebihi total penerimaan pajak tahunan yang         bisa dikumpulkan. Bunga-bunga baru pun mulai diperhitungkan atas bunga yang       belum dibayarkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Secara         perlahan-lahan kekayaan riil dari         negara mulai berpindah tangan ke Fabian dan kawan-kawannya dan mereka memiliki         kendali yang semakin lama semakin besar atas kehidupan masyarakat. Namun,         pengendalian mereka belum selesai. Mereka menyadari bahwa situasi tidak akan       benar-benar aman sebelum semua orang berhasil dikendalikan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Kebanyakan         orang yang menentang sistem ini bisa dibuat diam dengan tekanan finansial,         ataupun dengan ejekan publik. Untuk melakukan ini Fabian dan kawan-kawan         membeli kepemilikan dari semua koran, TV, dan radio dan menyeleksi orang-orang         apa yang boleh bekerja di dalamnya. Kebanyakan dari orang-orang ini sebenarnya         benar-benar ingin memperbaiki keadaan, tetapi mereka tidak menyadari bagaimana         mereka sedang diperalat. Solusi mereka selalu terarah kepada akibat dari       masalah, bukan penyebab dari masalah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image040.gif" alt="" width="236" height="304" /><!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Ada</span><span style="color:black;"> bermacam-macam surat         kabar, satu untuk sayap kanan, satu untuk sayap kiri, satu untuk kelas pekerja,         satu untuk kaum pengusaha, dan seterusnya. Tidak masalah koran yang mana yang       Anda percayai, selama Anda tidak memikirkan penyebab awal dari permasalahan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Rencana         Fabian sudah hampir selesai, seluruh negara saat ini berhutang kepadanya.         Melalui pendidikan dan media, dia mengendalikan pikiran masyarakat. Orang-orang       hanya akan berpikir sejauh yang dia inginkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Setelah         seseorang memiliki jauh lebih banyak uang dari yang sanggup dia gunakan, apa         lagi yang akan menyenangkan hatinya? Bagi mereka yang memiliki mentalitas       menguasai, jawabannya adalah kekuasaan, kekuasaan mutlak atas kemanusiaan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Kebanyakan         tukang emas akhirnya mengarah ke sana.         Mereka mengetahui rasanya kaya raya,         dan perasaan itu tidak lagi cukup untuk memuaskan mereka. Mereka membutuhkan       tantangan dan kesenangan baru, dan kekuasaan atas massa adalah permainan berikut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Mereka         percaya mereka adalah kelompok superior atas lainnya. �Adalah hak dan kewajiban         kami untuk mengatur. Masyarakat tidak tahu apa yang baik untuk mereka. Mereka       perlu dikendalikan dan diatur. Mengatur adalah takdir dari kami.�</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"><br />
</span><span style="color:black;">Di seluruh penjuru negeri, Fabian dan           kawan-kawan memiliki banyak perusahaan pembiayaan. Memang, masing-masing           perusahaan dimiliki secara pribadi. Secara teori mereka adalah saingan           masing-masing. Namun, kenyataan yang sebenarnya adalah mereka semua saling           bekerja sama dengan seksama. Setelah berhasil membujuk pemerintah, mereka           mendirikan sebuah institusi yang mereka sebut dengan Bank Sentral. Mereka           bahkan tidak perlu mengeluarkan modal untuk mendirikannya, mereka menciptakan       kredit dengan menggunakan uang deposit masyarakat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"><br />
<!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image042.gif" alt="" width="240" height="206" /><!--[endif]--><br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Institusi         ini tampak sebagai badan yang meregulasikan suplai uang dan merupakan bagian         dari pemerintah. Tetapi anehnya, tidak ada wakil pemerintah yang diizinkan       untuk duduk di badan Direktur di dalamnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Pemerintah         tidak lagi meminjam secara langsung dari Fabian, pemerintah sekarang meminjam         dengan cara menerbitkan surat         hutang kepada Bank Sentral. Jaminan dari surat         hutang ini adalah penerimaan pajak tahun berikut. Ini adalah bagian dari         rencana Fabian, menyingkirkan kecurigaan orang kepadanya dengan membuat kesan         seolah-olah suplai uang dikendalikan oleh pemerintah. Kenyataannya, di balik       layar, dialah yang memegang kendali.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Secara         tidak langsung, dialah yang mengendalikan pemerintah. Tidak penting siapa yang         terpilih sebagai wakil rakyat di pemerintahan. Fabianlah yang memegang kendali       atas uang, darah dan nyawa dari perdagangan sebuah bangsa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Pemerintah         selalu mendapatkan uang yang mereka inginkan, tetapi bunga selalu dikenakan         pada setiap pinjaman. Semakin lama semakin banyak orang yang memerlukan bantuan         sosial pemerintah, dan tak lama kemudian pemerintah sadar bahwa mereka       kesulitan bahkan hanya untuk membayar bunga saja, apalagi hutang pokok.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Sebagian         orang mulai bertanya, �Uang adalah sistem yang diciptakan manusia. Bukankah         seharusnya sistem ini bisa diubah agar uang menjadi pelayan, bukan sebaliknya?�         Namun semakin lama jumlah orang-orang ini semakin sedikit dan suara mereka       hilang di tengah sebuah masyarakat yang tidak lagi peduli.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Pemerintahan         berubah, partai yang berkuasa juga bisa berubah, namun kebijakan utama tidak.         Tidak masalah siapa yang menjadi pemerintah, rencana besar Fabian semakin lama         semakin mendekati kenyataan dari tahun ke tahun. Kebijakan pemerintah tidak         lagi ada artinya. Rakyat mulai dikenai pajak mendekati ambang batas mereka,         mereka tidak lagi sanggup membayar. Waktunya sudah hampir matang bagi Fabian       untuk aksi finalnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">10%         dari suplai uang masih dalam bentuk uang kertas dan koin. Ini harus dimusnahkan         sama sekali tetapi tidak boleh menimbulkan kecurigaan publik. Selama masyarakat         masih memiliki uang (kertas maupun koin), mereka bebas untuk membeli dan         menjual sesuka hati mereka, mereka masih memiliki sedikit kontrol atas       kehidupan mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"><br />
<!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image043.gif" alt="" width="229" height="231" /><!--[endif]--><br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Tidaklah         selalu nyaman untuk membawa uang tunai dan koin. </span><span style="color:black;" lang="PT-BR">Cek juga tidak bisa diterima bila           sudah keluar dari sebuah komunitas tertentu. Oleh karena itu, sebuah sistem           yang lebih baru perlu dipikirkan. Sekali lagi Fabian memiliki jawabannya.           Organisasinya akan menerbitkan sebuah kartu plastik yang memiliki data       pemegangnya: nama, foto, dan nomor penduduk.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image045.gif" alt="" width="264" height="201" /><!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Saat         kartu ini akan digunakan, pedagang akan menyambungkan komputernya untuk         mengecek kredit dari kartu tersebut. Seandainya tidak ada masalah, pemegang       kartu ini boleh membeli barang seharga limit tertentu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Awalnya         orang akan diizinkan untuk berhutang sedikit. Seandainya uang ini dibayarkan         dalam sebulan, maka tidak ada bunga yang perlu dibayarkan. Ini tidak masalah         untuk kelas pegawai, tetapi bagaimana ini bisa berlaku juga untuk para pedagang         dan pengusaha? Mereka harus mempersiapkan mesin-mesin, kemudian menjalankan         proses manufaktur dari barang yang akan mereka produksi, membayar gaji pegawai,         menjual barang dagangannya dan membayar kembali hutang mereka. Bila melewati         satu bulan, mereka akan dikenai bunga 1.5% per bulan dari nilai hutang mereka.       Total 18% setahun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Pengusaha         tidak memiliki jalan lain selain menambahkan 18% ke dalam nilai jual dagangan         mereka. Namun kelebihan uang / kredit (18%) ini tidak pernah dipinjamkan kepada         siapapun. Di seluruh negeri, para pengusaha disuruh menjalani misi mustahil         untuk membayar kembali $118 untuk setiap $100 yang mereka pinjam, tetapi       kelebihan $18 ini tidak pernah diedarkan oleh Bank sejak awal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Namun         Fabian dan kawan-kawan menikmati status yang semakin penting di masyarakat.         Mereka menjadi orang-orang penting yang terhormat. Pengumuman dan pendapat mereka         tentang finansial dan ekonomi bahkan bisa disetarakan dengan sabda suci       spiritual.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Di         bawah beban bunga yang terus bertambah, banyak perusahaan kecil menengah yang         mulai bangkrut. Lisensi-lisensi khusus diperlukan untuk menjalankan         operasi-operasi tertentu, jadi perusahaan-perusahaan yang tersisa memiliki         semakin banyak hambatan dalam berusaha. Fabian memiliki dan mengendalikan semua         perusahaan besar beserta ratusan anak perusahaan mereka. Perusahaan-perusahaan         itu tampak seperti saingan satu sama lain, tetapi dialah yang ada di balik         semua perusahaan itu. Para kompetitor         perlahan-lahan dipaksa gulung tikar. Tukang kayu,         konstruksi, listrik dan industri-industri kecil menengah menjalani takdir yang         sama, dibeli oleh perusahaan raksasa milik Fabian yang memiliki proteksi dan       perlakuan khusus dari pemerintah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Fabian         menginkan kartu plastik ini untuk menggantikan semua uang kertas dan koin.         Rencananya adalah saat semua uang kertas dan koin ditarik, hanya bisnis yang       menggunakan kartu komputerlah yang akan beroperasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Dia         mengetahui bahwa suatu ketika orang-orang akan kehilangan kartu mereka dan         tidak bisa membeli ataupun menjual sebelum identitas mereka bisa dibuktikan.         Dia ingin agar dibuatkan sebuah hukum : sebuah hukum yang mengharuskan semua         orang untuk memiliki sebuah nomor identifikasi yang ditato di dalam tangan         mereka. Nomor ini cuma akan terlihat dengan sinar tertentu, yang dihubungkan         dengan komputer. Setiap komputer akan dihubungkan dengan sebuah komputer pusat       yang memungkinan Fabian mengetahui segala transaksi mengenai semua orang�</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:black;">* * *</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Terminologi         yang digunakan saat ini untuk melukiskan sistem finansial di atas adalah �<em>Fractional Reserve Banking</em>.� </span><span style="color:black;" lang="PT-BR">(Cadangan Terbatas       Perbankan).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="PT-BR">Cerita yang Anda baca di atas,       tentu saja, adalah fiksi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="PT-BR">Namun, bila Anda merasa terganggu         karena cerita ini sangat mirip dengan kenyataan hidup kita, dan Anda ingin         mengetahui siapa Fabian ini sebenarnya dalam kehidupan nyata, titik mulai yang         baik untuk Anda pelajari adalah para tukang emas di Inggris pada abad 16 dan 17       Masehi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Sebagai         contoh, <em>Bank of England</em> didirikan         pada tahun 1694. Raja William saat itu berada dalam kesulitan finansial yang         besar karena perang melawan Perancis. Para         tukang emas kemudian �meminjamkan� 1,2 juta pound (nilai yang amat besar pada zaman       itu) dengan syarat tertentu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Bunga         yang dikenakan adalah 8%. Jangan lupa bahwa di <em>Magna Carta</em> sebenarnya dikatakan bahwa mengenakan dan mengumpulkan         bunga (riba) atas pinjaman akan dikenakan hukuman mati. Raja William dipaksa         memberikan izin kartel resmi kepada para tukang emas, sebuah hak untuk       menciptakan kredit. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Sebelum         itu, operasi untuk menerbitkan lebih banyak kwitansi emas daripada emas yang         sebenarnya dimiliki adalah tindakan ilegal. Namun sejak izin kartel itu keluar,       tindakan itu menjadi legal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Di       tahun 1694, W.Petterson mendapatkan hak kartel atas <em>Bank of England</em>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"><br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:13.5pt;color:black;">* * *</span></p>
<p><img src="http://relfe.com/transparent.gif" alt="" width="718" height="1" /></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhmadkh.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhmadkh.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akhmadkh.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akhmadkh.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akhmadkh.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akhmadkh.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akhmadkh.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akhmadkh.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akhmadkh.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akhmadkh.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhmadkh.wordpress.com&blog=3338314&post=110&subd=akhmadkh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadkh.wordpress.com/2008/11/15/emas-dan-konspirasi-uang-kartal-tamat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/571c2c6e7fd5343ac471b4a8e2fb068b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akhmadkh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image030.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image032.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image034.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image035.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image036.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image038.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image040.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image042.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image043.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image045.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://relfe.com/transparent.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Emas dan Konspirasi Uang Kartal (Bag.1)</title>
		<link>http://akhmadkh.wordpress.com/2008/11/15/emas-dan-konspirasi-uang-kartal-bag1/</link>
		<comments>http://akhmadkh.wordpress.com/2008/11/15/emas-dan-konspirasi-uang-kartal-bag1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Nov 2008 12:54:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhmadkh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[emas]]></category>
		<category><![CDATA[kartal]]></category>
		<category><![CDATA[kosnpirasi]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadkh.wordpress.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini adalah sebuah simulasi sederhana dari sejarah konspirasi uang kartal yang sangat mengerikan, semoga bermanfaat.

Fabian sangat bahagia karena dia         akan menyampaikan sebuah pidato ke masyarakat besok. Dia selalu menginginkan kekayaan dan kekuasaan dan sekarang impiannya akan         segera menjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhmadkh.wordpress.com&blog=3338314&post=108&subd=akhmadkh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Berikut ini adalah sebuah simulasi sederhana dari sejarah konspirasi uang kartal yang sangat mengerikan, semoga bermanfaat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Fabian sangat bahagia karena dia         akan menyampaikan sebuah pidato ke masyarakat besok. Dia selalu menginginkan kekayaan dan kekuasaan dan sekarang impiannya akan         segera menjadi kenyataan. Dia adalah seorang tukang emas, mengukir emas dan         perak menjadi perhiasan, tetapi semakin lama semakin tidak puas karena harus         bekerja keras dalam hidupnya. Fabian menginginkan kesenangan, dan juga       tantangan, dan sekarang rencana barunya siap untuk dimulai.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image002.gif" alt="" width="204" height="196" /><!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="PT-BR"> <span id="more-108"></span>Selama puluhan generasi, masyarakat terbiasa         dengan sistem perdagangan barter. Seseorang akan menghidupi keluarganya dengan         memproduksi semua yang mereka butuhkan ataupun mengkhususkan diri dalam perdagangan         produk tertentu. </span>Kelebihan dari yang dia produksi, akan dia tukarkan       dengan kelebihan barang lain yang diproduksi orang lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pasar setiap hari ramai dan         bersemangat, orang-orang berteriak dan melambaikan dagangannya. Sebelumnya         pasar adalah tempat yang menyenangkan, tetapi sekarang jumlah orang terlalu         banyak, pertengkaran pun semakin banyak. Tidak ada lagi waktu untuk ngobrol dan       bercanda, sebuah sistem yang lebih baik mulai diperlukan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image004.gif" alt="" width="195" height="216" /><!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Secara umum, orang-orang relatif       bahagia, dan mereka menikmati buah dari hasil kerja keras mereka.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
Di setiap komunitas dibentuk         sebuah pemerintahan yang sederhana yang tugasnya menjaga agar kebebasan dan hak         setiap anggota masyarakat dilindungi dan untuk memastikan bahwa tak seorang pun       akan dipaksa untuk melakukan hal yang tidak dia inginkan oleh siapapun juga.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image006.gif" alt="" width="175" height="246" /><!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>INI ADALAH TUJUAN SATU-SATUNYA DARI PEMERINTAH (GOVERNMENT) DAN SETIAP ANGGOTA       PEMERINTAH DIPILIH SECARA SUKARELA OLEH ANGGOTA KOMUNITAS YANG ADA.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Namun, ada masalah yang tidak         bisa mereka selesaikan di perdagangan pasar sehari-hari� Apakah sebelah pisau         senilai dengan dua keranjang jagung? Apakah seekor kerbau lebih berharga dari       seekor ayam�? Orang-orang menginginkan sistem yang lebih baik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Fabian mengiklankan diri kepada         masyarakat, �Saya punya solusi atas masalah barter yang kita alami, dan saya       mengundang kalian semua untuk sebuah pertemuan publik besok harinya.�</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Besok harinya orang-orang pun         berkumpul di tengah kota         dan Fabian menjelaskan kepada mereka konsep tentang �uang�. Masyarakat yang       mendengarkan pidatonya terkesan dan ingin mendengar lebih banyak.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"><br />
<!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image008.gif" alt="" width="193" height="186" /><!--[endif]--><br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">�Emas         yang saya produksi menjadi perhiasan adalah logam yang luar biasa. Dia tidak         akan berkarat, dan bisa bertahan sangat lama. Saya akan membuat emas dalam       bentuk koin dan kita akan menyebut setiap koin dengan nama dolar�</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Fabian         menjelaskan konsep tentang nilai, dan bahwa �uang� akan menjadi medium       pertukaran barang, sebuah sistem yang lebih baik daripada barter.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="PT-BR">Salah satu dari anggota pemerintah         bertanya �Tetapi orang tertentu bisa menambang emas sendiri dan membuat koin       untuk diri mereka sendiri�</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="PT-BR">�Ini tidak boleh diterima� kata         Fabian. �Hanya koin-koin yang disetujui pemerintah yang boleh digunakan, dan         kita akan membuat stempel khusus di koin-koin tersebut.� Ini kedengarannya         masuk akal dan orang-orang pun mulai menyarankan agar setiap orang mendapatkan         sama banyak. �Tetapi saya yang paling pantas mendapatkan lebih� kata si pembuat         lilin. �Tidak, saya lah yang berhak mendapatkan lebih,� kata si petani. Dan       pertengkaran pun dimulai.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="PT-BR">Fabian membiarkan mereka bertengkar         selama beberapa saat, kemudian berkata, �Karena tidak ada kesepakatan di antara         kalian semua, biarlah saya yang menentukan angkanya buat Anda. Tidak ada         batasan berapa koin yang akan Anda dapatkan dari saya, semua tergantung kemampuan         Anda untuk membayar. </span><span style="color:black;">Semakin banyak yang Anda       dapatkan, semakin banyak yang harus Anda kembalikan tahun depan.� </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">�Lalu       apa yang akan kamu dapatkan?� kata salah satu pendengar. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">�Karena         saya yang menyediakan jasa ini, yaitu suplai uang, maka saya berhak mendapatkan         bayaran dari kerja kerasku. Untuk setiap 100 koin yang Anda dapatkan dari saya,         Anda akan membayarkan kembali kepadaku sebanyak 105 koin tahun depannya. 5 koin       ini adalah bayaranku, dan saya akan menyebutnya bunga.�</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Kedengarannya         tidak terlalu buruk, lagipula 5% sepertinya tidak banyak. Maka orang-orang pun         setuju. Mereka sepakat untuk bertemu seminggu kemudian dan memulai sistem baru       ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Fabian         tidak membuang waktu. Dia membuat koin emas siang dan malam, dan seminggu         kemudian dia pun siap dengan koinnya. Orang-orang antri panjang di depan         tokonya. Setelah dicek dan disetujui oleh pemerintah, koin emas Fabian resmi         diedarkan. </span><span style="color:black;" lang="PT-BR">Sebagian           orang hanya meminjam sedikit koin, setelah itu mereka segera pergi ke pasar       mencoba sistem baru ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image010.gif" alt="" width="192" height="183" /><!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Masyarakat         segera menyadari sisi baik dari sistem ini, dan mereka pun mulai menilai harga         setiap barang dengan koin emas atau dolar. Orang-orang memberikan harga pada         dagangannya sesuai dengan usaha untuk memproduksi barang tersebut. Barang yang         mudah diproduksi harganya lebih rendah, dan barang yang sulit diproduksi       harganya lebih mahal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image012.gif" alt="" width="192" height="153" /><!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"><span>�</span><br />
</span><span style="color:black;">Alan adalah seorang tukang jam. Satu-satunya           di kotanya. Jam yang dia buat sangatlah mahal, tetapi orang-orang bersedia           membayar untuk mendapatkan jam yang dia buat. Dan kemudian ada seorang lain           yang juga mulai membuat jam dan menjualnya dengan harga yang lebih murah. Alan           pun terpaksa menurunkan harga jamnya. Kedua orang ini bersaing memproduksi jam           dengan kualitas terbaik dengan harga yang lebih murah. </span><span style="color:black;" lang="PT-BR">Ini adalah asal muasal dari apa       yang kita sebut kompetisi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:13.5pt;color:black;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image014.gif" alt="" width="312" height="210" /><!--[endif]--></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="PT-BR">Hal yang sama terjadi juga kepada para         kontraktor, operator transportasi, akuntan, petani, dan lainnya. Para pembeli         selalu memilih transaksi yang menurut mereka paling menguntungkan, mereka         memiliki kebebasan untuk memilih. Tidak ada perlindungan buatan semacam lisensi         ataupun cukai tarif untuk menghambat orang-orang memulai perdagangan. Standar         hidup masyarakat mulai meningkat, dan tak lama kemudian orang-orang pun tidak       bisa membayangkan sebuah sistem perdangan tanpa uang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Setahun kemudian, Fabian pun         mulai mendatangi orang-orang yang berhutang kepadanya. Orang-orang tertentu         memiliki koin emas lebih dari yang mereka pinjam, tetapi ini berarti ada orang         lainnya yang memiliki lebih sedikit dari yang mereka pinjam, sebab jumlah koin         yang dibuat pada awalnya memang terbatas jumlahnya. Orang-orang yang memiliki         koin lebih membayar kepada Fabian dan juga 5% bunganya, tetapi mereka kemudian         meminjam lagi kepadanya untuk melanjutkan sistem perdagangan di tahun       mendatang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image016.gif" alt="" width="216" height="198" /><!--[endif]--><br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="PT-BR">Sebagian orang mulai menyadari         untuk pertama kalinya seperti apa rasanya hutang. Sebelum mereka bisa meminjam         kembali kepada Fabian, kali ini mereka harus menjaminkan aset-aset kepadanya,         dan mereka pun melanjutkan perdagangan selama setahun mendatang, mencoba       mendapatkan 5 koin lebih untuk setiap 100 koin yang mereka pinjam dari Fabian.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="PT-BR">Saat itu, belum ada seorang pun yang menyadari         bahwa seluruh masyarakat, sekalipun mengembalikan semua hutang koin mereka,         tetap tidak bisa melunasi hutang mereka kepada Fabian, karena kelebihan 5% koin         emas yang merupakan kewajiban mereka tidak pernah diedarkan oleh Fabian. Tak         seorang pun selain Fabian yang mengetahui bahwa <strong><span style="text-decoration:underline;">adalah hal yang mustahil bagi masyaratkat ini untuk bisa melunasi           hutang mereka bila ditambahkan dengan bunga, uang yang tidak pernah dia       edarkan.</span></strong> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="PT-BR">Memang benar Fabian sendiri juga         membuat koin untuk dirinya sendiri dan koin ini akan beredar di masyarakat,         namun tidak mungkin dia sanggup mengkonsumsi 5% dari semua barang di       masyarakat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="PT-BR">Di dalam toko emasnya, Fabian         memiliki sebuah ruang penyimpanan yang sangat kuat, dan sebagian masyarakat         merasa lebih aman kalau menitipkan koin emas mereka kepada Fabian untuk         disimpan. Fabian akan menagih sejumlah uang tertentu sebagai jasa penyimpanan         untuk orang-orang tersebut. </span><span style="color:black;">Sebagai bukti atas       deposit emas mereka, Fabian memberikan mereka selembar kertas kwitansi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"><br />
<!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image018.gif" alt="" width="180" height="179" /><!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Orang-orang         yang membawa kwitansi dari Fabian ini bisa menggunakan kertas ini untuk membeli         barang sama halnya seperti menggunakan koin emas. Dan lama-kelamaan       kertas-kertas ini beredar di masyarakat sebagai uang sama seperti koin emas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Tak         lama kemudian, Fabian menemukan bahwa <strong><span style="text-decoration:underline;">kebanyakan       orang tidak akan menukarkan kembali kwitansi deposit mereka dengan koin emasnya</span></strong>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Dia pun         berpikir, �Saya memiliki semua emas di sini dan saya masih juga bekerja sebagai         tukang emas. Ini benar-benar tak masuk akal. Ada ribuan orang di luar sana yang akan membayarkan bunga kepada saya         atas koin-koin emas yang mereka titipkan kembali kepada saya yang bahkan tidak       mereka tukarkan kembali.�</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="PT-BR">Memang benar, emas-emas mereka         bukan milikku, tetapi emas-emas itu ada di dalam gudangku, dan itulah yang         penting. Saya tidak perlu membuat koin sama sekali, saya bisa menggunakan       koin-koin yang dititipkan kepadaku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="PT-BR">Mulanya Fabian sangat hati-hati,         dia hanya meminjamkan sebagian kecil dari emas yang dititipkan orang kepadanya.         Lama-kelamaan, karena terbukti tidak ada masalah, dia pun meminjamkan dalam       jumlah yang lebih besar. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="PT-BR">Suatu hari, seseorang mengajukan         sebuah pinjaman yang nilainya sangat besar. Fabian berkata kepadanya �daripada         membawa koin emas dalam jumlah sebesar itu, bagaimana kalau saya menulis         beberapa lembar kwitansi emas kepadamu sebagai bukti depositmu kepadaku.� Orang         itu pun setuju. Dia mendapatkan hutang yang dia inginkan tetapi emasnya tetap         di gudang Fabian! Setelah orang itu pergi, Fabian pun tersenyum, dia bisa       meminjamkan emas kepada orang sambil mempertahankan emas di gudangnya sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;" lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Baik         teman, orang tak dikenal, maupun musuh, membutuhkan uang untuk melanjutkan         perdagangan mereka. Selama orang-orang bisa memberikan jaminan, mereka bisa         meminjam sebanyak yang mereka butuhkan. Dengan hanya menuliskan kwitansi,         Fabian bisa meminjamkan emas-emasnya senilai beberapa kali lipat dari yang         sebenarnya dia miliki. <strong><span style="text-decoration:underline;">Segalanya akan           baik-baik saja selama orang-orang tidak menukarkan kwitansi deposit emas mereka       kepada Fabian. </span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Fabian         memiliki sebuah buku yang menunjukkan debit dan kredit dari setiap orang.       Bisnis simpan-pinjam ini benar-benar sangat menguntungkan baginya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"><br />
<!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image020.gif" alt="" width="240" height="137" /><!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Status         sosial Fabian di masyarakat meningkat secepat kekayaannya. </span><span style="color:black;" lang="PT-BR">Dia mulai           menjadi orang penting, dia harus dihormati. Di dunia finansial, kata-katanya       adalah ibarat sabda suci.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;" lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="PT-BR">Tukang emas dari kota lain mulai         penasaran tentang rahasia Fabian dan suatu hari mereka pun mengunjunginya. </span><span style="color:black;">Fabian memberitahu apa yang dia lakukan, dan menekankan       kepada mereka pentingnya kerahasiaan dari sistem ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image022.gif" alt="" width="228" height="196" /><!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Seandainya         skema ini terekspos, bisnis mereka pasti akan ditutup, jadi mereka sepakat       untuk menjaga kerahasiaan bisnis ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Masing-masing         tukang emas ini kembali ke kota       mereka dan menjalankan operasi seperti yang diajarkan oleh Fabian. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Orang-orang         menerima kwitansi emas sama seperti emas itu sendiri, dan banyak emas yang         masyarakat pinjam yang akan dititipkan kembali kepada Fabian. Ketika seorang         pedagang ingin membayar kepada pedagang lainnya, mereka bisa menuliskan sebuah         instruksi kepada Fabian untuk memindahkan uang dari rekening mereka kepada         rekening lainnya, yang akan dilakukan oleh Fabian dengan mudah dalam beberapa         menit. </span><span style="color:black;" lang="PT-BR">Sistem           ini menjadi sangat populer, dan kertas instruksi ini pun mulai dikenal dengan       sebutan �cek.�</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="PT-BR">Pada suatu malam, para tukang emas         dari berbagai kota ini mengadakan sebuah pertemuan rahasia dan Fabian         mengajukan sebuah rencana baru. </span><span style="color:black;">Besok harinya           mereka rapat dengan pemerintah dan Fabian berkata, �Kertas kwitansi kami telah           menjadi sangat populer. Tak perlu diragukan, Anda para wakil rakyat juga           menggunakan mereka dan manfaatnya jelas-jelas sangat memuaskan. Namun, sebagian       kwitansi ini telah dipalsukan oleh orang-orang. Hal ini harus dihentikan!�</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="PT-BR">Para anggota pemerintah pun mulai         khawatir. </span><span style="color:black;">�Apa yang bisa kami lakukan? Tanya           mereka. Jawaban Fabian �Pertama-tama, adalah tugas dari pemerintah untuk           mencetak uang kertas dengan desain dan tinta yang unik, dan masing-masing uang           kertas ini harus ditandatangani oleh Gubernur. Kami para tukang emas akan           dengan senang hati membayar biaya cetak ini, ini juga akan menghemat banyak           waktu kami untuk menulis kwitansi.� Para         anggota pemerintah berpikir �Ya, memang kewajiban kami untuk melindungi           masyarakat dari pemalsuan uang dan nasehat dari Fabian ini kedengarannya memang       masuk akal.� Dan mereka pun setuju untuk mencetak uang kertas ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"><br />
<!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image024.gif" alt="" width="189" height="190" /><!--[endif]--><br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">�Yang         kedua�, kata Fabian, �sebagian orang juga pergi menambang emas dan membuat koin         emas mereka sendiri. Saya menyarankan agar dibuat sebuah hukum agar setiap         orang yang menemukan emas harus menyerahkannya. Tentu saja, mereka akan       mendapat ganti rugi koin yang saya buat dan uang kertas baru.�</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="PT-BR">Ide ini pun mulai dijalankan. </span><span style="color:black;">Pemerintah mencetak uang kertas baru dengan pecahan $1, $2,         $5, $10, dan lainnya. Biaya cetak yang rendah ini dibayarkan oleh parang tukang       emas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"><br />
</span><span style="color:black;">Uang kertas ini jauh lebih gampang untuk           dibawa dan dalam waktu singkat diterima oleh masyarakat. Namun, di luar faktor           kenyamanan, ternyata uang kertas dan koin emas yang beredar hanyalah 10% dari           nilai transakti masyarakat. Kenyataan perdagangan menunjukkan bahwa 90% nilai       transakti dilakukan dengan cara pindah buku (cek).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"><br />
</span><span style="color:black;">Rencana berikut Fabian mulai berjalan. Sampai           saat itu, orang-orang membayar Fabian untuk menitipkan koin emas (uang) mereka.           Untuk menarik lebih banyak uang ke gudangnya, Fabian akan membayar para       depositor 3% bunga atas emas titipan mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image026.gif" alt="" width="307" height="169" /><!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Kebanyakan         orang mengira Fabian meminjamkan kembali uang yang dititipkan kepadanya. Karena         dia meminjamkan kepada orang lain dengan bunga 5%, dan dia membayar para         deposan 3%, maka keuntungan Fabian adalah 2%. Orang-orang pun berpikir jauh         lebih baik mendapatkan 3% daripada membayar Fabian untuk menjaga emas (uang)       mereka, dan mereka pun tertarik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Volume         tabungan meningkat dengan cepat di gudang Fabian. </span><span style="color:black;" lang="PT-BR">Dia bisa meminjamkan uang kertas           $200, $300, $400, bahkan sampai sampai $900 untuk setiap $100 yang dia dapatkan           dari deposan. Dia harus berhati-hati dengan ratio 9:1 ini, sebab menurut           pengalamannya, memang ada 1 dari setiap 9 orang yang akan menarik emas mereka.       Bila tidak ada cukup uang saat diperlukan, masyarakat akan curiga.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;" lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Dengan         demikian, untuk $900 dolar pinjaman yang diberikan Fabian, dengan bunga 5% dia         akan mendapatkan kembali $45. Ketika pinjaman + bunga ini dilunasi, Fabian akan         membatalkan $900 di kolom debit pembukuannya dan sisa $45 ini adalah miliknya.         Dia dengan senang hati akan membayar bunga $3 untuk setiap $100 yang dititipkan         deposan kepadanya. Artinya, keuntungan riil dari Fabian adalah $42! Bukan $2         yang dibayangkan kebanyakan orang. Para tukang         emas di kota-kota lain melakukan hal yang sama. </span><span style="color:black;" lang="PT-BR">Mereka menciptkaan kredit           (pinjaman) tanpa modal (emas) dan menagih bunga atas pinjaman mereka.</span><span style="font-size:13.5pt;color:black;" lang="PT-BR"><br />
<span>�</span><br />
</span><span style="color:black;" lang="PT-BR">Para tukang               emas ini tidak lagi membuat koin emas, pemerintahlah yang mencetak uang kertas               dan koin dan memberikannya kepada para tukang emas ini untuk didistribusikan. </span><span style="color:black;">Satu-satunya biaya Fabian adalah ongkos cetak uang yang                 sangat murah. </span><span style="color:black;" lang="PT-BR">Di samping itu, dia juga menciptakan kredit tanpa modal dan menagih                   bunga atas pinjaman barunya ini. Kebanyakan orang mengira suplai uang adalah                   operasi dari pemerintah. Mereka juga percaya bahwa Fabian meminjamkan uang dari                   para deposan kepada peminjam baru, tetapi rasanya agak heran mengapa orang lain                   bisa mendapatkan uang padahal uang para deposan masih tetap tak berkurang.                   Seandainya semua orang mencoba mengambil uang mereka pada saat yang bersamaan,       skema penipuan ini akan terekspos.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;" lang="PT-BR"><span>�</span><br />
</span><span style="color:black;" lang="PT-BR">Tak masalah           bila sebuah pinjaman diajukan dalam bentuk uang kertas atau koin. Fabian           tinggal mengatakan kepada pemerintah bahwa penduduk bertambah dan produksi baru           memerlukan uang baru, yang akan dia dapatkan dengan biaya cetak yang sangat       kecil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="PT-BR">Suatu hari seseorang pergi menemui Fabian.         �Bunga yang Anda tagih ini salah,� katanya. <strong><span style="text-decoration:underline;">�Untuk setiap $100 yang Anda pinjamkan, Anda meminta $105 sebagai           kembalinya. $5 extra ini tidak mungkin bisa dibayarkan karena mereka bahkan       tidak eksis.</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;" lang="PT-BR"><br />
�</span><span style="color:black;" lang="PT-BR">Petani           memproduksi makanan, industri memproduksi barang, tetapi hanya Andalah yang           memproduksi uang. Katakanlah hanya ada dua pedagang di negara ini, dan semua           orang bekerja untuk salah satunya. Mereka masing-masing meminjam $100. Setahun           kemudian, mereka harus mengembalikan masing-masing $105 kepada Anda (total           $210). Bila salah satu orang berhasil menjual habis dagangannya dan mendapatkan           $105, orang yang tersisa hanya akan memiliki $95, dia masih berhutang $10           kepadamu, dan tidak ada uang yang beredar untuk melunasi $10 ini kecuali dia           mengajukan pinjaman baru kepadamu. </span><span style="color:black;">Sistem ini       bermasalah!�</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"></p>
<p><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image028.gif" alt="" width="192" height="186" /><!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">�Untuk         setiap $100 yang kamu pinjamkan, kamu seharusnya mengedarkan $100 kepada sang         peminjam dan $5 untuk kamu belanjakan, jadi total uang yang beredar memungkinan       si peminjam untuk membayar�</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Fabian         mendengarkan dengan tenang dan menjawab, �Dunia finansial adalah subjek yang         rumit, anak muda, butuh waktu bertahun-tahun untuk memahaminya. Biarkan saya         saja yang memikirkan masalah ini, dan kamu mengurus urusanmu saja. Kamu harus         belajar untuk menjadi lebih efisien, meningkatkan produksimu, memotong ongkos         pabrikmu dan menjadi pengusaha yang lebih cerdas. Saya siap membantu untuk       urusan itu.�</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Orang         ini pun pergi meninggalkan Fabian, tetapi hatinya masih juga bimbang.         Sepertinya ada yang tidak beres dengan sistem kerja Fabian, dan pertanyaan yang       dia ajukan masih belum dijawab.</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhmadkh.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhmadkh.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akhmadkh.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akhmadkh.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akhmadkh.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akhmadkh.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akhmadkh.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akhmadkh.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akhmadkh.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akhmadkh.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhmadkh.wordpress.com&blog=3338314&post=108&subd=akhmadkh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadkh.wordpress.com/2008/11/15/emas-dan-konspirasi-uang-kartal-bag1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/571c2c6e7fd5343ac471b4a8e2fb068b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akhmadkh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image002.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image004.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image006.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image008.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image010.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image012.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image014.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image016.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image018.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image020.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image022.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image024.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image026.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://relfe.com/plus_5_indonesian_files/image028.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Penguasa yang Sombong</title>
		<link>http://akhmadkh.wordpress.com/2008/11/07/penguasa-yang-sombong/</link>
		<comments>http://akhmadkh.wordpress.com/2008/11/07/penguasa-yang-sombong/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 10:01:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhmadkh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadkh.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Gejala krisis ekonomi sekarang ini, menurut mantan Menko Rizal Ramli, telah diramalkan Econit Adversory pada Januari 2008. Waktu itu Econit memperingatkan, perekonomian Indonesia diramalkan akan mengalami penggelembungan finansial. Rizal menyebutnya sebagai The Year of The Bubble.
Namun, saat itu Menko Perekonomian Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani, ungkap Rizal, tak menanggapi serius ramalan tersebut. &#8221;Mereka sombong,&#8221; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhmadkh.wordpress.com&blog=3338314&post=73&subd=akhmadkh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Gejala krisis ekonomi sekarang ini, menurut mantan Menko Rizal Ramli, telah diramalkan Econit Adversory pada Januari 2008. Waktu itu Econit memperingatkan, perekonomian Indonesia diramalkan akan mengalami penggelembungan finansial. Rizal menyebutnya sebagai The Year of The Bubble.</p>
<p>Namun, saat itu Menko Perekonomian Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani, ungkap Rizal, tak menanggapi serius ramalan tersebut. &#8221;Mereka sombong,&#8221; Rizal menandaskan.</p>
<p>Bahkan Tim Indonesia Bangkit (TIB) telah memperingatan bakal terjadinya krisis ini sejak akhir 2006. Waktu itu TIB menyatakan, sepuluh tahun pascakrisis, Indonesia bakal kembali menghadapi ancaman yang sama. Namun, pemerintah dengan tegas membantahnya.</p>
<p>Barulah setelah warning senada disampaikan pejabat lembaga asing dalam pertemuan para menteri ekonomi di Kyoto pada Mei 2007, Menteri Keuangan RI mengakui bahwa ekonomi Indonesia saat ini mirip kondisi menjelang krisis 1997/1998.<br />
<span id="more-73"></span><br />
Jelang krisis 1997 pun, Econit sudah mempringatkannya pada November 1996. Dalam Econit&#8217;s Economic Outlook 1997 disebutkan, ekonomi Indonesia akan memasuki tahun ketidakpastian dan berpotensi terjadi koreksi. Salah satu indikasinya, sat itu rupiah telah overvalued sebesar 7-8 persen dan overleverage yang berlebihan di dunia usaha. Ini diakibatkan oleh cross ownership dan cross management sehingga struktur ekonomi sangat rapuh.</p>
<p>Tapi, ketika itu pemerintah bebal. Krisis pun membadai, yang dampaknya terus berkelanjutan hingga kini. Dan ketika Menteri Sri mengakuinya, ia segera dibantah oleh menteri ekonomi lainnya dan Bank Indonesia.</p>
<p>Padahal, Alan Greenspan, mantan pemimpin Bank Sentral AS, telah mengingatkan kemungkinan akan terjadinya koreksi ekonomi dunia sebesar sepertiganya. Dan target pertama pelarian modal adalah negara-negara yang financial bubble-nya paling besar dan struktur ekonominya paling rapuh.</p>
<p>Hady Sutjipto, Ketua Program Studi Ilmu Ekonomi FE UNISBA, menjelaskan, gelombang capital inflow (hot money) volumenya sangat besar bahkan melebihi yang terjadi pada 1997, khususnya melalui pasar saham dan pasar uang. Investor asing menyerbu pasar obligasi dan pasar modal karena dinilai masih menggiurkan. Instrumen keuangan di Indonesia masih menarik di mata mereka.</p>
<p>Parkirnya uang panas di Indonesia disebabkan oleh adanya “gap suku bunga” yang lumayan menarik antara rupiah dan dolar AS. Tingkat suku bunga efektif di beberapa negara lain seperti AS sekitar 4,75 persen, Thailand 4,25 persen, dan Eropa 2,5 persen. Adapun BI rate saat ini berada pada level 8,75 persen. Jelas, Indonesia memang menjadi menarik bagi masuknya uang panas.</p>
<p>Sesuai dengan namanya, hot money adalah uang-uang jangka pendek yang dibawa investor asing. Mereka memburu instrumen-instrumen investasi di Indonesia yang memberikan keuntungan tinggi. Dana tersebut mengalir ke pasar obligasi (terutama obligasi Pemerintah), Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan juga pasar saham. Wajar, kalau pasokan dolar-dolar tersebut membuat rupiah dan indeks menguat.</p>
<p>Sejumlah instrumen keuangan yang kepemilikan asingnya bertambah adalah Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Utang Negara (SUN), dan saham. Dari total SBI yang diterbitkan sampai 10 Mei 2007 senilai Rp 257,6 triliun, investor asing sudah menggenggam Rp 45,3 triliun. Jumlah ini membengkak jika dibandingkan dengan posisi Desember 2006 yang Rp 18,07 triliun.</p>
<p>Peningkatan kepemilikan asing juga terjadi pada SUN. Investor asing telah membeli SUN senilai Rp 77,2 triliun dari total Rp 442,1 triliun; meningkat sekitar Rp 16 triliun ketimbang akhir 2006. Lalu dari pasar modal, investor asing hingga kini telah meraup Rp 550,51 triliun. Nilai transaksi oleh asing ini jauh melesat dibandingkan dengan akhir tahun lalu yang masih Rp 522,34 triliun.</p>
<p>Ketika &#8221;uang panas&#8221; yang menguasai 60 persen sampai 80 persen bursa saham itu, dicabut, pemerintah Indonesia hilang kebanggaan tentang tingginya IHSG. Selanjutnya, mengikuti gendang kapitalisme global yang ditabuh dari Washington. [aya hasna/www.suara-islam.com]</p>
<p>Tabloid SUARA ISLAM EDISI 53, Tanggal 24 Oktober &#8211; 6 Nopember 2008 M/24 Syawwal &#8211; 7 Dzulqa’idah 1429 H </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhmadkh.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhmadkh.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akhmadkh.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akhmadkh.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akhmadkh.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akhmadkh.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akhmadkh.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akhmadkh.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akhmadkh.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akhmadkh.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhmadkh.wordpress.com&blog=3338314&post=73&subd=akhmadkh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadkh.wordpress.com/2008/11/07/penguasa-yang-sombong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/571c2c6e7fd5343ac471b4a8e2fb068b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akhmadkh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>25 Pasal Protokol Zionis</title>
		<link>http://akhmadkh.wordpress.com/2008/11/06/25-pasal-protokol-zionis/</link>
		<comments>http://akhmadkh.wordpress.com/2008/11/06/25-pasal-protokol-zionis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 00:55:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhmadkh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[protokol]]></category>
		<category><![CDATA[zionis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadkh.wordpress.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Jika sekarang Protokolat Zionis yang dikenal hanya berjumlah 24 butir, maka Protokolat Zion yang berasal dari Rotshchild sesungguhnya berisi 25 pasal. Inilah pasal-pasalnya:
1. Manusia itu lebih banyak cenderung pada kejahatan ketimbang kebaikan. Sebab itu, Konspirasi harus mewujudkan ‘hasrat alami’ manusia ini. Hal ini akan diterapkan pada sistem pemerintahan dan kekuasaan. Bukankah pada masa dahulu manusia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhmadkh.wordpress.com&blog=3338314&post=62&subd=akhmadkh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Jika sekarang Protokolat Zionis yang dikenal hanya berjumlah 24 butir, maka Protokolat Zion yang berasal dari Rotshchild sesungguhnya berisi 25 pasal. Inilah pasal-pasalnya:</p>
<p>1. Manusia itu lebih banyak cenderung pada kejahatan ketimbang kebaikan. Sebab itu, Konspirasi harus mewujudkan ‘hasrat alami’ manusia ini. Hal ini akan diterapkan pada sistem pemerintahan dan kekuasaan. Bukankah pada masa dahulu manusia tunduk kepada penguasa tanpa pernah mengeluarkan kritik atau pembangkangan? Undang-undang hanyalah alat untuk membatasi rakyat, bukan untuk penguasa.<br />
<span id="more-62"></span><br />
2. Kebebasan politik sesungguhnya utopis. Walau begitu, Konspirasi harus mempropagandakan ini ke tengah rakyat. Jika hal itu sudah dimakan rakyat, maka rakyat akan mudah membuang segala hak dan fasilitas yang telah didapatinya dari penguasa guna memperjuangkan idealisme yang utopis itu. Saat itulah, konspirasi bisa merebut hak dan fasilitas mereka.</p>
<p>3. Kekuatan uang selalu bisa mengalahkan segalanya. Agama yang bisa menguasai rakyat pada masa dahulu, kini mulai digulung dengan kampanye kebebasan. Namun rakyat banyak tidak tahu harus melakukan apa dengan kebebasan itu. Inilah tugas konspirasi untuk mengisinya demi kekuasaan, dengan kekuatan uang.</p>
<p>4. Demi tujuan, segala cara boleh dilakukan. Siapa pun yang ingin berkuasa, dia mestilah meraihnya dengan licik, pemerasan, dan pembalikkan opini. Keluhuran budi, etika, moral, dan sebagainya adalah keburukan dalam dunia politik.</p>
<p>5. Kebenaran adalah kekuatan konspirasi. Dengan kekuatan, segala yang diinginkan akan terlaksana.</p>
<p>6. Bagi kita yang hendak menaklukkan dunia secara finansial, kita harus tetap menjaga kerahasiaan. Suatu saat, kekuatan konspirasi akan mencapai tingkat di mana tidak ada kekuatan lain yang berani untuk menghalangi atau menghancurkannya. Setiap kecerobohan dari dalam, akan merusak program besar yang telah ditulis berabad-abad oleh para pendeta Yahudi.</p>
<p>7. Simpati rakyat harus diambil agar mereka bisa dimanfaatkan untuk kepentingan konspirasi. Massa rakyat adalah buta dan mudah dipengaruhi. Penguasa tidak akan bisa menggiring rakyat kecuali ia berlaku sebagai diktator. Inilah satu-satunya jalan.</p>
<p>8. Beberapa sarana untuk mencapai tujuan adalah: Minuman keras, narkotika, perusakan moral, seks, suap, dan sebagainya. Hal ini sangat penting untuk menghancurkan norma-norma kesusilaan masyarakat. Untuk itu, Konspirasi harus merekrut dan mendidik tenaga-tenaga muda untuk dijadikan sarana pencapaian tujuan tersebut.</p>
<p>9. Konspirasi akan menyalakan api peperangan secara terselubung. Bermain di kedua belah pihak. Sehingga Konspirasi akan memperoleh manfaat besar tetapi tetap aman dan efisien. Rakyat akan dilanda kecemasan yang mempermudah bagi konspirasi untuk menguasainya.</p>
<p>10. Konspirasi sengaja memproduksi slogan agar menjadi ‘tuhan’ bagi rakyat. Dengan slogan itu, pemerintahan aristokrasi keturunan yang tengah berkuasa di Perancis akan diruntuhkan. Setelah itu, Konspirasi akan membangun sebuah pemerintahan yang sesuai dengan Konspirasi.</p>
<p>11. Perang yang dikobarkan konspirasi secara diam-diam harus menyeret negara tetangga agar mereka terjebak utang. Konspirasi akan memetik keuntungan dari kondisi ini.</p>
<p>12. Pemerintahan bentukan Konspirasi harus diisi dengan orang-orang yang tunduk pada keinginan konspirasi. Tidak bisa lain.</p>
<p>13. Dengan emas, konspirasi akan menguasai opini dunia. Satu orang Yahudi yang menjadi korban sama dengan seribu orang non-Yahudi (Gentiles/Ghoyim) sebagai balasannya.</p>
<p>14. Setelah konspirasi berhasil merebut kekuasaan, maka pemerintahan baru yang dibentuk harus membasmi rezim lama yang dianggap bertanggungjawab atas terjadinya semua kekacauan ini. Hal tersebut akan menjadikan rakyat begitu percaya kepada konspirasi bahwa pemerintahan yang baru adalah pelindung dan pahlawan dimata mereka.</p>
<p>15. Krisis ekonomi yang dibuat akan memberikan hak baru kepada konspirasi, yaitu hak pemilik modal dalam penentuan arah kekuasaan. Ini akan menjadi kekuasaan turunan.</p>
<p>16. Penyusupan ke dalam jantung Freemason Eropa agar bisa mengefektifkan dan mengefisienkannya. Pembentukan Bluemasonry akan bisa dijadikan alat bagi konspirasi untuk memuluskan tujuannya.</p>
<p>17. Konspirasi akan membakar semangat rakyat hingga ke tingkat histeria. Saat itu rakyat akan menghancurkan apa saja yang kita mau, termasuk hukum dan agama. Kita akan mudah menghapus nama Tuhan dan susila dari kehidupan.</p>
<p>18. Perang jalanan harus ditimbulkan untuk membuat massa panik. Konspirasi akan mengambil keuntungan dari situasi itu.</p>
<p>19. Konspirasi akan menciptakan diplomat-diplomatnya untuk berfungsi setelah perang usai. Mereka akan menjadi penasehat politik, ekonomi, dan keuangan bagi rezim baru dan juga di tingkat internasional. Dengan demikian, konspirasi bisa semakin menancapkan kukunya dari balik layar.</p>
<p>20. Monopoli kegiatan perekonomian raksasa dengan dukungan modal yang dimiliki konspirasi adalah syarat utama untuk menundukkan dunia, hingga tidak ada satu kekutan non-Yahudi pun yang bisa menandinginya. Dengan demikian, kita bisa bebas memainkan krisis suatu negeri.</p>
<p>21. Penguasaan kekayaan alam negeri-negeri non-Yahudi mutlak dilakukan.</p>
<p>22. Meletuskan perang dan memberinya—menjual—senjata yang paling mematikan akan mempercepat penguasaan suatu negeri, yang tinggal dihuni oleh fakir miskin.</p>
<p>23. Satu rezim terselubung akan muncul setelah konspirasi berhasil melaksanakan programnya.</p>
<p>24. Pemuda harus dikuasai dan menjadikan mereka sebagai budak-budak konspirasi dengan jalan penyebarluasan dekadensi moral dan paham yang menyesatkan.</p>
<p>25. Konspirasi akan menyalahgunakan undang-undang yang ada pada suatu negara hingga negara tersebut hancur karenanya.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhmadkh.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhmadkh.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akhmadkh.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akhmadkh.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akhmadkh.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akhmadkh.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akhmadkh.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akhmadkh.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akhmadkh.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akhmadkh.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhmadkh.wordpress.com&blog=3338314&post=62&subd=akhmadkh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadkh.wordpress.com/2008/11/06/25-pasal-protokol-zionis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/571c2c6e7fd5343ac471b4a8e2fb068b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akhmadkh</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>