Maskodeyu’s Diary

April 2, 2008

Wanita Punya Cerita…

Filed under: Islam,Wanita dan Keluarga — akhmadkh @ 8:55 am
Tags: , ,

Klo Rieke Diah Pitaloka terkenal di film layar lebar “Perempuan Punya Cerita”, maka lain dengan Rieke, lain pula Maskodeyu yg ingin menulis dengan tajuk “Wanita Punya Cerita….”.

Alkisah, seorang wanita yang memiliki karir yang cukup baik dan keluarga yang lengkap dan ‘ideal’; suami yang mapan, putra-putri yang lucu, rumah yg indah serta harta berlimpah. Suatu hari putra-putri mereka meminta agar kedua orang tuanya bisa hadir di acara pembagian Buku Raport saat kenaikan kelas. Namun sang ayah menolak dengan alasan ada rapat penting hari itu. Sang ibu pun demikian, dengan alasan ada urusan dengan klien ia mendesak suaminya untuk mewakili kehadiran di acara tersebut. Akhirnya sang anak menangis melihat ‘hiburan kurang menyenangkan’ terjadi.

Apa yang terlintas di benak kita? Akankah kita mengatakan si istri terlalu egois? Suami yang kurang perhatian? atau “ah, anak-anaknya saja yang terlalu manja”?

Saat ini propaganda ‘kesetaraan gender’ gencar beredar, hingga sampailah kita pada satu asumsi bahwa perempuan itu setara dengan laki-laki. Wanita boleh bekerja, wanita boleh punya penghasilan, wanita boleh mencari ilmu, dan wanita boleh melakukan hal-hal yang biasa dilakukan laki-laki. Tapi tak ayal kita terjerumus pada pandangan yg masih harus dipahami lebih jauh, yakni bagaimanapun kodrat wanita adalah sebagai wanita, bukan ‘tiruan pria’.

Mengapa selama ini kesetaraan gender seolah-olah menjadi hal yang baru, padahal agama Islam sudah mengaturnya jauh-jauh hari dengan memuliakan wanita agar hak-haknya terlindungi. Hanya saja, sebagian orang mungkin belum faham bahwa semua harus tetap ada aturannya..

Siapa bilang wanita sholehah kerjanya hanya diam di rumah? Wanita sholehah boleh punya aktivitas di luar rumah, asal memperhatikan kaidah berikut ini :

1. Tidak mengurangi jatah waktu ibadah;

2. Keluarga tetap nomor 1, dan ini tidak bisa ditawar lagi. Keperluan suami harus tersedia, anak harus kebagian kasih sayang, rumah pun tak boleh lusuh. Jangan sampai mencederai hak-hak anak, setelah seharian ditinggal bekerja alih-alih mengajak anak berkomunikasi dan bertanya kabar, malah berkeluh kesah dan lekas pergi tidur. Hampirilah mereka, ajak bicara tentang hal-hal yang membuatnya bahagia atau sebaliknya, hadirilah acara yg diinginkan anak untuk anda hadiri agar anak bangga menunjukkan kepada teman-temannya betapa perhatiannya anda;

3. Tentunya suami mengizinkan;

4. Memperhatikan etika pergaulan di lingkungan tempat bekerja. Tidak bercampur baur dengan lawan jenis, tidak melakukan hal-hal yang mendatangkan dosa (bergunjing, riya dan permusuhan);

5. Berniat bahwa setiap pekerjaan, beban dan tanggung jawab didasari dengan niat ibadah.

Wanita pun sangat berhak mendapat ilmu, bahkan diwajibkan.. Agama sudah mengaturnya jauh-jauh hari karena wanita sangat dimuliakan oleh agama Islam selama wanita mampu memahami hak-hak dan kewajibannya dengan baik, baik sebagai Abdi Allah, anak dari orang tua, istri dari seorang suami, dan ibu dari anak-anak yang menjadi generasi yg seharusnya memuliakan agama, bangsa dan kedua orang tuanya..

Buat para wanita…… Semoga Allah menuntun anda semua menjadi ummahat yang melahirkan generasi tangguh, mulai dari rumah yang ‘kukuh’.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: