Maskodeyu’s Diary

Oktober 31, 2008

Cara Hindari Tindak Perkosaan

Filed under: Wanita dan Keluarga — akhmadkh @ 1:39 pm
Tags: ,


Sebuah group pemerkosa di penjara pernah di-interview mengenai apa yang
mereka lihat/cari di dalam mencari targetnya, dan berikut adalah
beberapa hal/fakta menarik:

Hal pertama yang dilihat oleh mereka dalam mencari target adalah
rambut. Mereka hampir biasanya mencari wanita dengan ponytail, sanggul,
kepang atau model lainnya yang mudah di’jambak’. Mereka juga lebih suka
mencari wanita dengan rambut panjang. Wanita dengan rambut pendek sangat
jarang menjadi target mereka.

Hal kedua, mereka melihat pakaian yang dikenakan target. Mereka akan
mencari wanita yang menggunakan pakaian yang mudah dilucuti dengan cepat.
Banyak dari mereka yang membawa gunting untuk hal ini.

Mereka juga mencari wanita yang sedang berponsel atau yang sedang mencari
sesuatu di dalam dompetnya, atau yang sedang melakukan aktivitas lain
sambil berjalan, karena biasanya pada saat itu mereka sedang tidak
siap/siaga dan mudah dilumpuhkan.

Waktu yang sering dicari oleh para pemerkosa untuk melakukan penyerangan
dan memperkosa seorang wanita biasanya pada saat pagi buta, sekitar jam
05.00 sd 8:30, dan malam hari. Tempat pertama yang biasanya sering dicari
adalah trotoar, jalan tempat kakilima. Kedua, tempat parkir kantor atau
gedung.

Ketiga adalah toilet umum. Hal yang dilakukan oleh para pemerkosa ini
adalah mereka mencari dan menggiring wanita target tersebut secepat
mungkin ke tempat lain yang aman di mana mereka tidak takut tertangkap.
Hanya 2% yang mengatakan mereka membawa senjata karena resiko pemerkosa
tanpa senjata hanya 3-5 tahun, sedangkan dengan senjata bisa mencapai
15-20 tahun penjara.

Jika Anda melawan dengan gigih, mereka cenderung kecil hati karena hanya
dalam waktu 1s.d 2 menit, mereka akan sadar bahwa mengejar kamu tidak
layak karena akan menghabiskan banyak waktu.

Para pemerkosa ini berkata bahwa mereka tidak akan mencari wanita dengan
payung atau objek sejenis yang d! apat digunakan dari jarak tertentu di
tangan wanita target mereka. Benda-benda kecil tidak dapat
digunakan sebagai alat penangkis karena kamu harus berada sangat dekat
dengan penyerang untuk menggunakan senjata tersebut. Maka idenya disini
adalah untuk meyakinkan calon pemerkosa bahwa kamu tidak layak jadi
target mereka.

Berikut terdapat beberapa mekanisme pertahanan yang dapat digunakan:

Jika seseorang mengikutimu dari belakang di sebuah jalan atau pada
halaman garasi, atau mengikuti kamu ke lift atau tangga, tataplah wajah
mereka dan tanyakan sebuah pertanyaan seperti jam berapa saat ini, atau
mengomentari cuaca, seperti hari i! ni dingin sekali di luar, atau
hujannya lebat sekali ya.

Nah, sekarang kamu sudah melihat wajah mereka dan dapat mengindentifikasi
mereka apabila bertatapan langsung. Oleh karena itu, kamu kehilangan daya
tarik sebagai target.

Jika seseorang datang menghampirimu, tahan tanganmu di depanmu dan
teriaklah BERHENTI atau MUNDUR!

Kebanyakan pemerkosa yang diajak bicara mengatakan mereka akan
meninggalkan wanita sendirian jika mereka berteriak atau menunjukkan
bahwa mereka tidak takut untuk melawan. Lagi pula, mereka mencari target
yang mudah.

Jika kamu membawa alat penyemprot mata (instruktur sangat menyarankan
wanita membawa alat perlindungan ini dan selalu membawanya kemanapun
mereka pergi,) dan berteriak: Saya memiliki alat semprot (Pepper Spray)
dan bersiaga untuk menggunakan nya,itu akan sangat menolong sebagai
pencegah. (Di Indonesia, membawa tabung hairspray kecil juga sama
efektifnya, karena pedih jika disemprotkan ke mata).

Jika seseorang menangkapmu, kamu tidak dapat melawan dengan tenaga,
tetapi kamu dapat mengakali mereka dengan cara berikut:

Setelah pukulan awal dilakukan, upayakan selalu mengincar
selangkangan- nya. Saya tahu dari pengalaman khusus, bahwa jika kamu
menyerang bagian vital pria akan membuat mereka sangat kesakitan.

Mungkin kamu akan berpikir bahwa kamu akan membuat mereka marah dan
membuat mereka ingin menyakiti kamu lebih, tetapi dari percakapan yang
dikatakan para pemerkosa ini kepada instruktur; mereka mengatakan bahwa
mereka mencari target yang tidak menyebabkan banyak masalah.

Mulailah membuat masalah dan mereka akan menginggalkanmu.

Ketika mereka meletakkan tangannya pada tubuhmu, tangkap kedua jarinya
dan lipat jarinya ke belakang sejauh mungkin dan dengan tenaga yang
sekuat mungkin. Instruktur saya melakukan hal tersebut kepada saya tanpa
menggunakan banyak tenaga dan saya menyerah dan kedua ruas jari saya
berbunyi retak.

Maka dari itu tidak ada salahnya bagi perempuan untuk membekali dirinya dengan beladiri praktis yang sangat bermanfaat dalam menghadapi situasi semacam ini.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: