Maskodeyu’s Diary

Desember 22, 2008

Selamat Menempuh Hidup Baru

Filed under: Uncategorized — akhmadkh @ 7:09 pm

Teruntuk sahabat seperjuanganku di Cimahi, Raden Gafur Wijayanto dan Triwati Nur Hasanah Supono

“Semoga Allah SWT menghimpun yang terserak dari keduanya, membarokahi mereka berdua, meningkatkan kualitas keturunan mereka, menjadikannya pembuka pintu- pintu rohmat sumber ilmu dan hikmah serta pemberi rasa aman bagi umat” (Do’a Rasulullah SAW, pada pernikahan putri beliau Fatimah Azzahra r.a. dengan Ali bin Abi Tholib r.a.)

Pernikahan adalah sebuah perjanjian yang agung antara seorang pria dan seorang wanita. Allah menyatakannya dalam al-Qur’an sebagai perjanjian yang kuat, mitsaqan galizha.

Sebuah pernikahan hanya akan berarti apabila dilandasi oleh dasar saling cinta dan berniat menjalankan sunnah rasul. Pernikahan dalam Islam tidak bermakna apabila hanya didasari oleh keinginan hawa nafsu: nafsu melihat kecantikan, nafsu melihat kekayaan, pangkat, jabatan dan status sosial.

Sekalipun hal itu merupakan hiasan namun dalam hal memilih jodoh Nabi berpesan agar menomorsatukan agamanya, niscaya kamu akan merasa tenang karenanya. Dalam ajaran Islam, pernikahan mengandung beberapa tujuan.

1. Pernikahan adalah melaksanakan sekaligus menghidupkan sunnah rasul. Kata Nabi SAW: “Nikah itu sunnahku barangsiapa yang tidak menyukai sunnahku maka ia bukanlah golonganku”.

Menikah adalah menyempurnakan pengamalan kita dalam beragama. Nabi pernah menyatakan menikah adalah setengah melaksanakan agama.

2. Pernikahan bertujuan untuk menjaga keberlangsungan eksistensi manusia. Allah SWT mengangkat manusia sebagai khalifahNya, wakilnya, mandatarisNya di muka bumi. Untuk terus memelihara dan melanjutkan risalahNya maka Allah meminta kita untuk memperhatikan, memelihara dan membina keturunan.

Jalan halal yang ditempuh untuk memperoleh keturunan adalah dengan menikah. Firman Allah dalam surat Annisa ayat 9 “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang merasa anak-anak yang lemah”. Dengan menikah diharapkan lahir generasi-generasi baru yang dapat melanjutkan amanat-amanat Allah dan risalah NabiNya.

3. Pernikahan adalah memperjelas nasab atau keturunan. Tanpa pernikahan dapat dibayangkan banyaknya anak-anak yang lahir tanpa nasab yang jelas, siapa ayahnya dan siapa ibunya.

4. Pernikahan adalah upaya menghindari dekadensi moral.

Selamat menempuh hidup baru kawanku..

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: